Selasa, 14 Februari 2017

Anak Blogger Lagi Mengeluh

Blog ini saya buat bukan mau sok axis atau apalah. Blog ini hanya berisi curhatan atau cerita pengalaman sendiri. Tadinya mau dibuat privat blog, tapi setelah dipikir-pikir lagi lebih baik umum saja, ya mudah-mudahan ada gunanya buat orang lain.

Bermula dari ingin curhat tapi tidak tahu dimana tempatnya, mau curhat di sosmed nanti dibilang alai, cengeng dll. Mau curhat sama kawan nanti dianggap baper, cengeng banyaklah alasan-alasan lain. Makanya saya buat blog curhat ini.

Lebih tepatnya blog ini tempat ku untuk berbagi cerita, pengalaman dan mungkin tempat untuk marah-marah kali ya hehehe.

Sebagai seorang blogger memang sering kali ada kendala baik internal (dari dalam) maupun eksternal (dari luar).

Jadi ceritanya saya punya masalah sedikit, kebiasaan malas dan bersantai-santai ini memang membuat banyak masalah baru seperti masalah keuangan, masalah keluarga, masalah pekerjaan.

Saya orangnya mudah sekali kehilangan mood dan akhirnya menjadi orang yang pemalas.

Kalau adalah masalah jadinya sering melamun dan menyendiri, kemudian merajuk dan marah-marah
setelah itu buka buku atau video motivasi untuk memperbaiki mood, begitulah seterusnya.

Masalah hari ini sebenarnya adalah masalah kemarin.
Saya kebetulah punya sebuah privat les dan saya promosikan di media blog juga.
Semua berjalan baik seperti yang saya harapkan, sampai akhirnya masalah demi masalah muncul. Beberapa dari orang tua melakukan pemutusan privat dan beberapa lagi tidak ada kabar kelanjutan (jadi atau tidak).

Kata beberapa sumber buku sih ini hal biasa, tapi bagi saya, orang yang mudah merajuk ini, itu merupakan suatu hal yang sangat besar dan menyedihkan.

Inti masalah hari ini, seperti yang ku bilang tadi masalah hari ini adalah masalah kemarin yang sampai sekarang aku seolah belum terima untuk menghadapinya, padahal kesalahan sendiri.

Beberapa hari yang lalu ada seorang ibu ingin mendaftarkan anaknya ikut les privat di tempat privat ku, anaknya kelas 3 sma dan ingin privat les mau masuk kuliah, jadi dia mau les mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia (mafia).

Entah kenapa aku mengiakan apa kata ibu itu tetapi tidak menindaklanjutinya dengan mencarikan guru privat tersebut dan tiba waktu/jadwal privat terebut ibu tadi menelepon dan menanyakan "hari ini jadikan les privatnya", aku bingung karna di buku catatan privat tidak ada ku buat nama ibu itu. "GAWAT" dalam hati.

Kemudian ku lihat obrolan sebelumnya di whatsapp, rupanya ada ku fikskan jadwal privat ibu itu tetapi belum ku catat dan cari guru privatnya.

Tahu tidak apa yang terjadi, ibu tadi kecewa dengan kesalahan ini. Sebenarnya yang membuat kecewa ibu itu bukan karena tidak jadi les privatnya melainkan gara-gara waktu ibu yang terbung sia-sia, ibu itu mau menemani privat anaknya sehingga ibu itu sampai tidak bekerja (ijin) hari itu.

Keesokan harinya, aku coba untuk meminta maaf kepada ibu itu atas kesalahan saya, tetapi ibu itu hanya bilang ya nanti kami kabari, padahal sudah satu hari belum ada kabar dari ibu itu. Semoga saja ibu itu membaca curhatan ini dan memaafkan aku :(

Inilah curhatan anak blogger yang pemalas ini, tidak antusias dan tidak perduli dengan keadaan.
Semoga kalian tidak menirunya ya kawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar