Banyak orang suka membaca cerita tentang cinta, bahkan kalau dibuat ke film juga akan mendapatkan penonton yang banyak pula. Mungkin karna semua orang pernah jatuh cinta jadi tahu manis rasanya jatuh cinta, hidup seakan sangat bahagia.
Namun bagaimana bila cinta dikhianati?
Seperti menelan empedu ikan, mungkin masih lebih pahit kalau dikhianati oleh kekasih yang sangat kita percaya. Apalagi kalau sebelumnya dia sudah bersumpah tidak akan pernah mendua.
Bagaimana kalau Anda yang selengkuh?
Rasa senang, karna punya gebetan atau selingkuhan baru, mungkin lebih cantik, lebih manis, lebih bahenol (berisi/montok). Intinya selingkuh bagi Anda yang sedang menjalaninya sangat menyenangkan.
Baca juga : Wanita Itu Manusia Lembut Tapi Murah Marah dan Dendam
Wajarnya memang orang yang diselingkuhi pasti merasa kesal, marah dan bahkan benci dengan pacar yang sudah diberi kepercayaan, sebaliknya orang yang selingkuh merasa senang, gembira dan bahagia dengan kelakuannya itu.
Ironinya tidak sedikit pelaku selingkuh justru marah sekali ketika pasangannya selingkuh dengan orang lain, ada apa ya ko begitu? Ini namanya tidak adil, "kamu boleh selingkuh, kenapa dia tidak"
Sebenarnya kesetiaan dan penghianatan itu sebuah kondisi atau keadaan yang keduanya tidak pernah abadi. Manusia mampu setia namun dia juga sanggup menghianati bahkan kepada orang yang sangat baik kepadanya.
Apa yang harus kita lakukan kalau seandainya kita sebagai korban penghianatan cinta, menurut ku sebaiknya coba tanyakan baik-baik kenapanya kenapa mengkhianatimu, mungkin saja ada alasan-alasan tertentu, mungkin saja ada prinsip-prinsip tertentu yang tidak kamu ketahui. Coba komunikasikan padanya apakah jalan terbaik untuk hubungan kalian berdua. Dilanjutkan atau berhenti saja.
Karena memang saat berpacaran ada saatnya titik jenuh itu datang. Apalagi pacarannya sudah bertahun-tahun. Berbagai godaan bisa saja datang dari berbagai penjuru. Kalau kamu langsung "menghukum mati" hubungan kalian maka disini tidak ada pendewasaan dalam jalinan cinta yang sudah lama dibesarkan.
Kepala boleh panas, tapi hati tetap dingin... ok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar